content1













content2

Pangkas Birokrasi, Kini Tinggal Dua Loket

19 August 2011

Samsat Kota Malang, Dinas Perizinan Kota Malang, dan Rumah Sakit Kanjuruhan Kabupaten Malang berhasil menyabet Piala Citra Pelayanan Prima tingkat nasional. Penyerahan penghargaan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 Oktober mendatang.

SABTU (19/10) puku| 11.30, Kantor Samsat Malang Kota di Jl.S Supriadi 80, Kebonsari, Sukun sudah mulai lenggang. Tidak banyak kendaraan yang parkir di area seluas 1.000 meter persegi tersebut. Demikian juga aktivitas di dalam gedung berlantai II bercat hijau muda itu terlihat tidak lebih dari 5 orang yang menunggu antrean.

Kendati aktivitas mulai berkurang.namun semua personel di samsat masih tetap terlihat serius bekerja. Bukan hanya staf yang ada di belakang meja. namun juga sebanyak 9 juru parkir (jukir) yang bertugas di halaman depan. “Meski motor yang parkir telah habis, kami baru boleh meninggalkan lokasi setelah jam tutup kantor,” kata Rochman, 58, koordinator saat didatangi Radar.

Demikian juga aktivitas pegawai di dalamnya. Sebagian terlihat ada yang masih menyibukkan diri di belakang meja. Termasuk tiga pimpinan di kantor ini terlihat sibuk di Ruang kerjanya. Kesehariannya pelayanan dimulai pukul 08.00 hingga pukul I3.00. Kecuali Jumat pukul 11.00 dan Sabtu pukul 12.00.

Kauregident Satlantas Polresta Malang Iptu Sugeng Hardianto yang ditemui menjelaskan. Selain Kantor Samsat Manyar Surabaya. Samsat Malang Kota memiliki banyak kelebihan apabila dibanding daerah lain. Kelebihan tidak hanya diberikan dalam kemudahan pelayanan, tapi juga kenyamanan bagi wajib pajak dan beragam inovasi untuk nmenjadikan wajib pajak sebagai raja.

Lokasi bangunan yang menempati area seluas 2.000 meter persegi itu menyatu dengan UPT (Unit Pelaksana Teknis) Dispenda Provinsi Jatim. Di lahan seluas itu, bangunan berlantai II dan setiap lantainya memiliki luas sekitar 600 meter persegi.

Lalu luas halaman dan area parkir seluas 1000 meter persegi yang bisa menampung lebih dari 300 sepeda motor dan 50 mobil, untuk operasional ada kurang lebih 50 orang yang kesehariannya bertugas melakukan pelayanan, yakni 29 orang anggota pegawai Satlantas Polresta Malang, 11 orang pegawai Dispenda Jatim, 3 pegawai PT Jasa Raharja, 9 juru parkir, dan satu cleaning service.

Di ruang pelayanan, terdapat banyak gambar dan tulisan berisi tentang petunjuk alur pengurusan. Untuk kebutuhan meja tulis yang digunakan wajib pajak, sengaja memanfaatkan tiga pilar bangunan yang ada di ruangan itu. Meski ada papan petunjuk, namun di ruangan ini juga disediakan petugas yang memandu wajib pajak jika menemui kesulitan.

Petugas pemandu yang berjumlah tiga orang itu, terdiri dari satu polwan dan dua pegawai dispenda. untuk menambah kenyamanan, tersedia dua TV layar datar ukuran 30 inchi yang terpasang di ruang tunggu.

Selain fasilitas, kelebihan lain adalah dari sisi durasi waktu yang dibutuhkan untuk mengurus pajak tahunan atau penelitian ulang, cukup 5 menit saja. Padahal jika masih menggunakan sistem pelayanan lama bisa mencapai satu jam. “Waktu sesingkat itu melalui lima tahapan, yakni menerima, meneliti, membayar, mengesahkan hingga menyerahkan,” ungkap Sugeng.

Demikian juga cetak STNK garansi waktu penyelesaian selama 30 menit. Lalu untuk pengurusan mutasi kendaraan hanya 30 menit. Singkatnya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan segala urusan disebabkan telah dilakukannya penyederhanaan Sistem birokrasi.

Awalnya ada 5 loket untuk mengurusi segala keperluan, sekarang hanya ada dua loket. Loket 1 melayani dua keperluan, yakni pendaftaran dan penetapan serta loket 2 melayani pembayaran dan penyerahan. ”Jadi sekali antre, pindah loket lalu urusan sudah beres dan bisa pulang,” ujar Sugeng. Pemangkasan birokrasi bisa dilakukan karena adanya kemajuan teknologi berupa komputerisasi yang terkoneksi antara polisi, dispenda, serta jasa raharja.

Selain kemudahan, inovasi pelayanan tambahan juga dilakukan, yakni memfungsikan Samsat Link. Sistem ini memungkinkan wajib pajak membayar pajak dari daerah Iain di Jatim bisa dibayar di Samsat Malang Kota.

Kemudian, layanan tambahan drive thru, yakni memungkinkan pembayaran pajak mobil dilakukan tanpa harus keluar mobil. “Jika menggunakan cara ini waktu yang dibutuhkan tidak lebih dari 5 menit,” imbuh sugeng.

Untuk lebih menyakinkan, Sugeng mengajak Radar ke  bangunan yang ada di halaman gedung samsat. Disitu terdapat ruangan layaknya fasilitas drive thru di restoran siap saji. Lengkap dengan dun petugas. “Tanpa keluar dari mobil, urusan membayar pajak sudah beres,” katanya.

Selain itu, ada juga layanan Samsat Keliling yang dioperasikan di sejumlah tempat keramaian umum, misalnya Alun-Alun Merdeka. Rencananya dalam waktu dekat Samsat Corner bakal dibuka khusus ditempat perbelanjaan, yakni di Mal Olympic Garden (MOG).

Tidak kalah lengkapnya, di samsat juga tersedia ruangan khusus bagi perokok. Ruangan berukuran sekitar 2 x 6 meter ini terletak di sebelah selatan pintu darurat. Disitu disediakan bangku kursi yang biasa digunakan bagi perokok. Sinergis antara tiga pimpinan tetap dipertahankan untuk memperoleh hasil maksimal dalam pelayanan. “Bahkan jika perlu sinergi bukan hanya di tingkat pimpinan namun juga anggota,” ujar sugeng. (*)

 

sumber : JAWA POS (21-10-2008)

    
content4